Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Balairum Siloka Nusantara, Soreang, terasa hangat pada Sabtu, 13 September 2025. Cahaya lampu lembut menerangi ruangan yang dipenuhi senyum dan keakraban. Di sana, para Tasykil Binhajum Persis dan Persistri se Kabupaten Bandung duduk satu ruangan, menghadirkan nuansa kebersamaan yang penuh makna.

Acara Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang digagas BPRS Amanah Rabbaniah ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan perjumpaan hati yang dipenuhi semangat keingintahuan. Dukungan besar dari BPRS Amanah Rabbaniah dan Bank Danamon Syariah menjadikan acara semakin bermakna, seakan menjadi jembatan bagi harapan umat untuk menggapai ibadah dengan lebih mudah.

Suasana bertambah maknanya pada saat Sekretaris Umum PP. Persis, KH. Dr Haris Muslim, Lc., M.Hum., yang sekaligus merupakan ketua dewan pengawas Syariah di amanah rabbaniah, menyampaikan sambutannya. Dengan suara mantap namun penuh kelembutan, beliau menegaskan:
"Jangan menunda-nunda berhaji maupun umrah. Jangan menunggu mampu dulu, tapi mulailah dengan mau dulu. Apalagi kini ada program cicilan dari BPRS Amanah Rabbaniah yang meringankan langkah kita menuju Baitullah."
"program pembiayaan haji dan umrah di bank amanah rabbaniah bukan saja berdasarkan fatwa DSN-MUI , tapi telah memperoleh persetujuan dari dewan hisbah".
Kata-kata itu bagai angin segar yang menyentuh relung hati para hadirin. Senyum harapan tampak terukir, seakan mimpi suci menuju tanah haram semakin nyata di depan mata.
Ustadz Haris pun menambahkan pesan yang sarat makna, bahwa hadirnya Surat SK . No. 13 Tahun 2025 KBIHU PD. Persis Kabupaten Bandung adalah wujud nyata dari amanat muktamar, sebuah bukti kesungguhan jamiyyah dalam mengabdi kepada umat tetapi tetap berpatokan pada regulasi yang ada, baik aturan internal Jam'iyyah maupun peraturan perundang-undangan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PD. PERSIS Kab. Bandung, H. Drs. Hasyim Suryadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara jamiyyah dengan lembaga keuangan syariah. Beliau menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata yang menyejahterakan umat sekaligus mendekatkan jamaah pada cita-cita ibadah haji dan umrah.
Acara dilanjutkan dengan Talkshow yang menghadirkan empat orang narasumber dan membahas tentang fasilitas pembiayaan haji dan umrah.